Puisi Pribadi 3

Puisi Pribadi 3
Jika Natrium (Na) di hatimu bereaksi dengan Clorin (Cl) di hatiku,
mungkinkah menjadi garam (NaCl) cinta kita>
Andaikan bisa, molekul hatimu ini akan bahagia.
Jika kecepatan (v) cinta kita terus berpacu,
takkan ada jarak (s) dan waktu (t) yang bisa menjadi penghalang cinta kita...

Aku memang takut....
ketinggian
kegagalan
kegelapan
kematian
Tapi...
Satu hal yang paling kutakuti...
yaitu...
Kehilangan dirimu dari sisiku...

Mencintai bukanlah bagaimana kita melupakan,
melainkan bagaiamana kita memaafkan.
Mencintai bukanlah bagaiamana kita meninggalkan,
melainkan bagaimana kita bertahan.
Cinta sejati adalah ketika kita tetap menyayangi, mencintai, dan memperhatikan seseorang
walaupun orang itu tidak mengharapkan dan menghiraukan kita.
Kita tetap bertahan dan setia...

Bicaralah pada angin tentang segala gundah di hati
Bertanyalah pada bulan tentang risah di hati yang tiba-tiba melanda
Dengarkanlah gemercik air di saat peluh
Bersandarlah di bahuku saat kau tak mampu menahan beban itu
Aku akan selalu ada di sampingmu...

Kita harus menerima bahwa
memang tak ada kisah
yang tak bisa sempurna
seperti yang selalu diimpikan
Dan mimpi tak selalu jadi kenyataan
Ada awal dan ada akhirnya yang mungkin tak dapat terurai semua
Ada duka ada bahagia yang mungkin takkan pernah dapat terlupa
dan hatiku berkata selamat jalan kekasih manis yang berujung perih
kisah yang sungguh terlalu indah
Kini semua berakhir sudah
selamat jalan kekasih
malam damai
sangat perih
namun aku pasti coba untuk jalani ini semua

Berlangganan artikel terbaru

Belum ada Komentar untuk "Puisi Pribadi 3"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel